Mengenal Jenis Buku Musik Lokal Yang Ada Di Indonesia

Mengenal Jenis Buku Musik Lokal Yang Ada Di Indonesia – Ketika berkunjung ke toko buku besar pada setiap kota di Indonesia. Aneka jenis buku dengan berbagai genre tersedia disana. Salah satunya buku musik, untuk genre ini umumnya berisikan panduan memainkan alat musik serta aneka kord. Namun saat ini penikmat buku akan menemukan ragam wawasan terkait musik. Buku tersebut diterbitkan oleh banyak penerbit independen dan besar. Mereka berani menerbitkan buku dengan genre tersebut karena peluang berkembangnya pesat.

Maklum saja geliat penggemar musik di negara ini sangat banyak. Meskipun kondisi tak menentu, musik seolah menyatu pada diri individu. Tentu saja buku yang memberikan pengetahuan lebih diluar teknikal musik sangat dicari. Apalagi dunia digital telah berkembang ragam kisah tentang musik turut menghiasi beberapa blog ternama. Tulisan yang berawal dari blog itu kemudian naik cetak dan diterbitkan dalam sebuah buku.

Alasan tulisan dituangkan pada buku itu demi menjawab kebutuhan. Banyak pembaca yang ingin memiliki buku tentang musik. Jika dalam bentuk buku akan mudah untuk dikoleksi daripada dengan blog. Dari sekian banyak buku ada beberapa yang sangat dicari dan digemari pembaca. Buku itu antara lain:

1. Musik Indonesia 1997-2001 Oleh Jeremy Wallach
Musik independen, skema subkultur remaja serta geliat musik saat era tahun 1990 an memang penting untuk diketahui. Maka terbitlah buku ini sebagai hasil disertasi penulis, dengan bahasa yang santai,mengalir, mudah dipahami. Pengambilan tema dengan latar tahun 90an memiliki alasan tersendiri. Kondisi politik Indonesia saat itu terguncang dengan kelahiran era reformasi. Semua sisi kehidupan turut bergejolak.

Keadaan seperti itu juga berdampak pada geliat musik tanah air. Goncangan melanda subkultur musik remaja. Banyak pergeseran terjadi didalamnya. Segala perubahan musik saat tahun tersebut tertulis lengkap dalam buku ini. Informasi yang disediakan juga dari kejadian nyata.

2. Gila Vinyl Oleh Wahyu Acum
Pembaca yang ingin lebih dalam mengenal piringan hitam. Buku ini merupakan pilihan terbaik untuk Anda. Pembagian bahasan pada buku ini terdiri dari 3 bab. Bab 1 lebih menekankan pada penjelasan tentang segala sesuatu terkait piringan hitam. Entah itu dari jenisnya, tahun pembuatan dan masih banyak lagi. Bab 2 berisi berbagai pengalaman dan kisah berburu piringan hitam. Lokasi pencarian piringan hitam tersebar merata di berbagai daerah. Semuanya dituliskan secara gamblang pada bab ini.

Sedangkan bab terakhir lebih mengisahkan tentang wawancara dari berbagai tokoh. Tokoh tersebut berasal dari berbagai profesi yang memiliki kegemaran akan piringan hitam. Sehingga buku ini dijadikan sebagai pedoman tepat terkait piringan hitam.

3. Nice Boys Don’t Write Rock N Roll oleh Nuran Wibisono
Buku ini tidak serta merta membahas tentang musik rock. Penulis membaginya dalam 6 bagian. Mulai dari bagian A dan B yang lebih fokus menjelaskan tentang masa depan kaset, industri musik, jurnalisme musik, dapur rekaman, debut internasional, musik elektronik, serta kota musik. Bagian C pada buku ini lebih banyak membahas glam rock. Musik rock yang diceritakan mengambil contoh Guns N Roses. Maklum saja penulis begitu terobsesi dengan rock tahun 80an.

Bagian D lebih menarik lagi pembahasannya. Meskipun masih tentang rock, namun penulis mengemasnya dalam cerita menarik tentang tokoh John Mayer. Musisi tanah air dengan genre sejenis juga tak luput dari pengamatannya. Bagian E lebih banyak menuturkan tentang Galang Rambu Anarki, Ahmad Dhani dan Bunda Iffet “Slank”. Sebagai penutup yaitu bagian F penulis menceritakan tokoh sukses pada genre tersebut yang meninggalkan sebuah kenangan. Tokoh tersebut yaitu Nike Ardila, Ucok AKA. Serta musisi rock asal Indonesia yang wafat di Los Angeles, Amerika.

3 judul buku di atas biasanya dicari oleh penggemar musik dan non musik. Bahkan semua lapak di toko buku entah itu besar atau kecil, ketiganya umumnya ada. Segera beli jangan sampai kehabisan, buku tersebut banyak sekali manfaat pengetahuannya.

Lirik Musik Sebagai Bentuk Dari Karya Sastra Penuh Dengan Pesan

Lirik Musik Sebagai Bentuk Dari Karya Sastra Penuh Dengan Pesan – Musik itu ibarat seni yang mengalir sesuai dengan arah elemen pembentuknya. Tanpa adanya elemen itu musik ibarat sesuatu yang tak bernilai. Bisa dikatakan serupa dengan karya sastra yang penuh makna mendalam. Itu memang benar adanya karena apa yang tersirat dalam suatu lirik ada pesan dari penulisnya. Pesan semakin mudah disampaikan dan melekat erat dalam pikiran dan hati tatkala nada berpadu seimbang didalamnya.

Beberapa pakar turut mengejawantahkan makna mendalam dari sebuah lirik. Seorang pakar bernama Muliono yang juga seorang pemain judi bola profesional di situs https://agenbola108.cc mengatakan bahwa lirik itu dibentuk dari sebuah karya sastra yang masuk dalam kategori puisi. Biasanya detail isi lirik itu tentang segala sesuatu terkait curahan perasaan yang mendalam. Sedangkan sisi lainnya, pakar ini mengartikan lirik sebagai susunan kata indah lalu diwujudkan dalam bentuk nyanyian.

Pandangan lain dari seorang pakar bernama Noor. Beliau mengatakan bahwa lirik menjadi salah satu hasil gambaran perasaan pengarang. Setiap kata yang dipakai memakai gaya bahasa tertentu. Ketika diperhatikan secara mendalam goresan kata itu mirip berpola sama dengan puisi. Saat lirik itu tidak diikuti dengan tambahan notasi atau nada tertentu maka menjadi sebuah puisi. Tetapi kalau unsur nada diikutsertakan, jadilah musik dengan berbagai genre.

Musik atau lagu itu merupakan suatu kesenian dan menjadi satu kesatuan kebudayaan. Bentuk dari karya seni itu mampu merepresentasikan makna. Karena isi dari lagu itu mengandung harapan, keinginan, aspirasi dan banyak lagi. Semua itu sebagai hasil pemikiran seseorang yang menginterpretasikan sebuah pandangan serta euforia tertentu pada suatu zaman.

Sebuah kesenian berupa lagu itu dapat dikatakan sebagai media untuk memahami ide serta semangat. Yang mana ide tersebut merupakan bagian dari warna sebuah zaman. Indonesia itu sejatinya negara yang mempunyai berbagai karya seni tinggi. Salah satu bentuk karya paling tersohor berupa seni musik. Karena seni ini dianggap paling menyuarakan pandangan.

Sehingga bentuk seni musik yang populer berupa lagu. Lagu ini memiliki keterikatan erat dengan dua jenis seni. Seni bahasa serta suara adalah yang paling kuat kaitannya. Seni tersebut berbaur menjadi satu dengan tambahan melodi yang indah, teratur, dan berirama. Ketika lagu dimainkan dengan alat musik tertentu serta dinyanyikan memakai suara emas seseorang. Maka bisa ditebak, pesan yang tersirat di dalamnya akan langsung mengena.

Contohnya saja saat lirik itu telah berpadu dengan ritme nada menghentak ditambah suara vokal kuat. Maka seketika itu pesan dan euforia langsung tersampaikan. Pesan yang tersirat biasanya mengandung unsur penolakan tentang suatu hal. Sesuatu itu umumnya bertentangan dengan esensi keadilan. Jika penyuka musik menemukan lirik dengan pola seperti itu. Genre dari lirik itu berupa punk.

Makna dari tiap bait lagu yang dinyanyikan memiliki arti tertentu. Ketika dentuman instrumen musik dan lengkingan suara vokalis diperdengarkan. Hal berikutnya yang dirasakan adalah pihak pendengar langsung merasakan pesan itu. Mereka akan terseret dalam detail bait dari penulis. Sungguh karya seni luar biasa.

Lirik sebuah musik itu memang mempunyai kekuatan yang luar biasa. Pesan paling rumit sekalipun akan sampai dengan cepat dan mudah. Meskipun penulisannya memakai untaian kata yang sangat puitis. Pendengar dapat segera memahaminya. Semua itu dapat terwujud karena penggunaan melodi dan vokal sesuai dengan isi dari bait lagu itu sendiri. Kalau pesannya berupa sesuatu yang syahdu umumnya melodi lebih slow, begitu pun sebaliknya. Saat isi pesan penuh euforia atau penolakan unsur melodi hentakan digunakan.